MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang -
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan puluhan ton bahan kimia pengolah air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh. Bantuan ini disalurkan guna mempercepat pemulihan sarana dan layanan air bersih masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (05/08/2026)
Serah terima bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang Nomor: 204/BA-PMI/VIII/2026 oleh Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, S.E., kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, M.H., di Gudang Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Kecamatan Karang Baru. Bantuan tersebut kemudian langsung diteruskan kepada manajemen Perumda Tirta Tamiang.
Adapun rincian bantuan bahan kimia yang diserahkan dalam kondisi baik dan lengkap meliputi :
Tawas / Aluminium Sulfat : Total 90.000 kg (90 ton / 1.800 karung @ 50 kg) dengan spesifikasi berbentuk serbuk (powder) putih kandungan aktif aluminium oksida 17%.
Kaporit / Kalsium Hipoklorit : Total 9.000 kg (9 ton / 180 karung @ 50 kg) dengan spesifikasi berbentuk serbuk putih kandungan klorin aktif.
Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan komitmen PMI untuk terus mendampingi Pemkab dan masyarakat Aceh Tamiang selama masa pemulihan pascabencana. PMI Pusat di bawah pimpinan H. M. Jusuf Kalla juga telah menyetujui pengiriman armada serta alat pengolah air bersih tambahan yang dikirimkan secara bertahap menggunakan truk Fuso.
"PMI hadir sejak awal terjadinya bencana hingga tahap pemulihan selesai. Selain bantuan logistik ini, PMI sebelumnya telah menyalurkan bantuan dana tunai sebesar Rp1.200.000 per penerima manfaat kepada 2.041 warga terdampak pada Mei lalu," ujar Murdani.
Saat ini, PMI terus mengoperasikan rangkaian program pemulihan di Aceh Tamiang, antara lain :
Pengolahan & Distribusi Air : Pengoperasian instalasi produksi air bersih di Alur Manis dan Rantau, serta pengoperasian 15 unit mobil tangki air untuk wilayah Pasar Kualasimpang dan sekitarnya.
Layanan Kesehatan & Psikososial : Pendampingan kesehatan fisik dan trauma healing (Psychosocial Support Service).
Pembersihan Pemukiman: Pengerahan alat berat (eksavator) untuk pembersihan sisa material bencana di pemukiman, sarana ibadah, dan fasilitas publik.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Pusat dan PMI Aceh. Mengingat dampak bencana merusak seluruh (12) kecamatan di Aceh Tamiang, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan pokok yang sangat mendesak.
"Bantuan ini sangat vital karena sektor air bersih merupakan salah satu infrastruktur dasar masyarakat yang terdampak paling parah. Atas nama Pemkab Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih kepada PMI," kata Armia.
Sebagai bentuk empati kepada warga yang masih mengalami masa transisi pemulihan ekonomi, Bupati mengumumkan rencana pemerintah daerah untuk membebaskan tagihan air bersih PDAM selama 3 bulan bagi masyarakat terdampak melalui alokasi APBD.
Seiring dengan pembangunan tiga unit instalasi pengolahan air baru, Bupati menginstruksikan pembenahan manajemen Perumda Air Minum Tirta Tamiang secara total dan transparan.
"Saya minta seluruh jajaran PDAM bekerja profesional, terutama dalam pengelolaan keuangan. Pemkab akan menerjunkan akuntan publik untuk mengaudit operasional PDAM agar instansi ini benar-benar sehat dan melayani masyarakat secara optimal," tegasnya. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

