MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang —
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH. menerima sebanyak 114 unit Huntara yang telah dibangun oleh Mercy Malaysia untuk warga Kampung Kota Lintang Kecamatan Kota Kualasimpang pada Rabu (05/08/2026).
Bupati Armia sangat berterima kasih dan mengapresiasi Mercy Malaysia yang telah membantu masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak musibah banjir bandang pada akhir tahun 2025 yang lalu.
“Waktu itu saya hampir dua minggu tidak bisa mandi karena air sungai keruh dan sumur tidak berfungsi. Baju yang saya pakai pun hanya satu karena di pendopo Bupati hanya tersisa atapnya saja. Saat itu saya sampaikan kepada warga Kota Lintang Bawah, saya sudah menyusuri sungai dari hilir hingga hulu, melihat titik‑titik terdampak paling parah. Banyak orang menduga Aceh Tamiang butuh waktu lama untuk pulih, namun Alhamdulillah, belum sampai setahun kita sudah bisa merasakan perubahan, bisa sarapan dengan tenang. Memang masih banyak kekurangan, tapi pelan‑pelan kita akan pulih,” kenang Bupati dengan haru.
Bupati menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada Mercy Malaysia dan Komjen Malaysia di Medan. Ia menegaskan bantuan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wujud nyata persaudaraan seiman serta simbol harapan dan kebangkitan warga pascabencana.
“Terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Mercy Malaysia dan Komjen Malaysia. Ini bukan sekadar dinding dan atap, melainkan simbol kebangkitan bagi saudara kita yang terdampak bencana. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang luar biasa,” ucapnya tulus.
Meski Huntara telah diserahkan, Bupati menegaskan pemulihan Aceh Tamiang masih panjang dan membutuhkan dukungan terus‑menerus. Ia pun memohon kepada Mercy Malaysia agar dapat terus mendampingi dan memberikan bantuan berkelanjutan ke depannya.
“Kami mohon dukungan yang berkelanjutan dari Mercy Malaysia dan Pemerintah Malaysia. Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah paling parah terdampak bencana di wilayah Sumatera. Pemulihan ini tidak selesai dalam waktu singkat, pemerintah pusat menargetkan hingga tahun 2028, namun itu masih dalam tahap penyusunan. Kami siap menerima bantuan dari mana saja, baik berupa infrastruktur, logistik, maupun kebutuhan dasar masyarakat, karena kami masih membutuhkan banyak hal untuk pulih sepenuhnya,” pintanya.
Bupati juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan jangka panjang: Kementerian Perumahan akan membangun 2.212 unit Hunian Tetap tahun ini, sementara BNPB juga akan membangun rumah tetap di tanah masing‑masing warga yang tidak berada di zona merah. Selain itu, Pemkab juga menyiapkan pembangunan Masjid Agung tahap kedua, perbaikan Rumah Sakit yang sudah berusia tua dan rawan banjir, serta rencana pembangunan gedung evakuasi di Kota Lintang untuk antisipasi banjir mendatang.
Ia kembali mengingatkan bahwa Aceh Tamiang berada di hilir aliran sungai dari wilayah hulu, sehingga risiko banjir masih tinggi menjelang November–Desember. Permintaan normalisasi sungai pun terus disampaikan ke pemerintah pusat agar luapan air tidak kembali menghancurkan hasil pemulihan yang sedang dibangun.
Penyerahan kunci Huntara ini dihadiri oleh Komjen Malaysia Syahrul Nizam Abdul Malik, Direktur Mercy Malaysia Haji Hakim Hamzah, jajaran Forkopimda, Camat, Datuk Penghulu, serta warga penerima manfaat. Dalam sambutannya, Bupati Armia mengenang pertemuan pertamanya dengan perwakilan Konsul Jenderal Malaysia di Medan pada awal Desember lalu, saat kondisi daerah masih parah diterjang banjir.
Harapannya agar ikatan kerja sama dengan Mercy Malaysia tetap terjalin erat. Bantuan Huntara yang kini diterima warga Kota Lintang menjadi awal harapan, namun perjalanan menuju pemulihan total masih membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

