MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang -
Tim Supervisi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) melakukan kunjungan dan peninjauan ke Unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Baru milik Perumda Air Minum Tirta Tamiang. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.
Tim Supervisi Satgas PRR yang melakukan kunjungan pada Selasa, 4 Agustus 2026 tersebut dipimpin oleh Marsma TNI Ridha Hermawan, S.H., M.Han., selaku Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR. Tim melihat secara langsung kondisi IPA Karang Baru yang terdampak banjir bandang tahun 2025 serta berbagai kendala yang masih dihadapi dalam penyediaan air minum kepada masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang, Juanda,SIP dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa perusahaan saat ini tetap beroperasi dengan kemampuan yang tersedia di tengah keterbatasan sarana dan kondisi air baku yang cukup berat.
“Kami terus berupaya mempertahankan pelayanan air minum kepada masyarakat meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan,saluran kanal intake sering mengalami kendala, sementara tingkat kekeruhan air baku dapat mencapai 2.000 NTU. Kondisi ini sangat memengaruhi proses pengolahan dan kontinuitas pelayanan kepada pelanggan,”ujar Juanda.
Juanda juga mengutarakan berbagai kondisi dan kebutuhan prioritas kepada Tim Supervisi Satgas PRR antara lain,kondisi operasional dan air baku, dimana Perumda Air Minum Tirta Tamiang masih menjalankan kegiatan operasional dengan kemampuan perbaikan darurat setalah pasca bencana.
“Saluran kanal intake sering mengalami kendala, sedangkan tingkat kekeruhan air baku sangat tinggi dan dapat mencapai 2.000 NTU,kondisi tersebut berdampak terhadap proses pengolahan, kapasitas produksi, dan kontinuitas distribusi air kepada pelanggan di tambah lagi siystem perpompaan yang sering bermasalah dan jaringang perpipaan yang massif terjadi kebocoran,”sebutnya.
Kemudian kebutuhan bahan kimia,Perumda Tirta Tamiang membutuhkan bahan kimia jenis Poly Aluminium Chloride (PAC) sebanyak 70 ton untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan operasional selama dua bulan, yaitu November–Desember 2026. Selama ini, sebagian kebutuhan bahan kimia untuk mendukung proses pengolahan air diperoleh melalui bantuan organisasi nonpemerintah (NGO) dan lembaga pemerintah.
Direktur mengutarakan juga bahwa pihaknya membutuhkan water meter, dimana sebanyak 24.041unit water meter pelanggan dilaporkan dicuri, rusak, atau hilang akibat bencana. Perumda Air Minum Tirta Tamiang memohon dukungan dan fasilitasi pengadaan water meter pengganti agar penataan kembali administrasi pelanggan serta pengukuran pemakaian air dapat dilaksanakan secara normal.
Permasalahan lainnya seperti penanganan tagihan listrik, dan terkait tagihan listrik, telah mendapat arahan sementara dari Ketua Satgas untuk mengoptimalkan penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga direncanakan mengadakan rapat lanjutan bersama pemerintah daerah untuk membahas penyelesaian permasalahan tersebut.
Juanda menyebutkan, terkait normalisasi jaringan perpiaan, pihaknya membutuhkan dukungan normalisasi jaringan perpipaan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir tahun 2025, terutama di Kota Kuala Simpang dan beberapa wilayah di Kecamatan Karang Baru. “Normalisasi jaringan diperlukan agar distribusi air kepada masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali berjalan dengan baik,”terangnya.
Tidak kalah pentingnya juga, Juanda menyampaikan terkait pembangunan dan rehabilitasi IPA, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum sedang melakukan pembangunan 3 dari 4 unit IPA baru yaitu unit IPA Karang Baru, unit IPA Kuala Simpang, dan unit IPA Rantau yang sebagai bagian dari upaya pemulihan dan peningkatan pelayanan air minum pascabencana, dan 1 unit IPA Babo di tunda pembangunnya dikarenakan penyesuaian anggaran kementerian.
“Unit IPA lainnya yang belum memperoleh program rehabilitasi dan rekonstruksi sangat membutuhkan pompa intake dan pompa distribusi baru,”ungkap Juanda sembari mengatakan, dukungan tersebut sangat diperlukan agar kapasitas produksi dan suplai air kepada pelanggan dapat kembali normal,”harapnya.
Juanda menegaskan, pemulihan sarana air minum merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat. “Kami berharap hasil kunjungan Tim Supervisi Satgas PRR ini dapat mempercepat koordinasi dan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan pelayanan air minum di Kabupaten Aceh Tamiang,” pinta Direktur Tirta Tamiang.
Juanda menyampaikan, bahwa pihaknya menyambut baik kunjungan Tim Supervisi Satgas PRR dan berharap hasil peninjauan lapangan tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang konkret, terarah, dan berkelanjutan. “Perumda Air Minum Tirta Tamiang juga menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, menjaga operasional instalasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung,” pungkas Juanda. (Id76).
Teks Foto: Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang,Juanda saat menampingi Tim Supervisi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang melakukan kunjungan dan peninjauan ke Unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Baru, Aceh Tamiang. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

