MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang -
Bantuan Stimulan Ekonomi dan Jaminan Hidup (Jadup) dari Pemerintah kepada para korban banjir bandang hidrometeorologi tahun 2025 lalu terus memberikan rasa kebahagian tersendiri bagi para korban.
Namun demikian tidak sedikit juga dari oknum masyarakat yang membuat kegaduhan diruang publik seolah-olah dirinya menjadi korban dari kenakalan para oknum Perangkat Kampung (desa).
Beberapa hari setelah adanya penyaluran uang jadup bagi masyarakat Kampung Suka Ramai II Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang sempat terjadi isu yang tidak baik terkait pemotongan uang jadup tersebut. Hal ini tentu saja menjadi preseden buruk bagi Kampung Suka Ramai II akibat dari isu diruang publik untuk masa mendatang.
Datok Penghulu Kampung Suka Ramai II, Try Eryanto atau yang akrab disapa datok Yayan ketika dikonfirmasi oleh MULTIINFORMASI.ID melalui telpon selularnya pada minggu (05/07/2026) mengatakan bahwa, "kami dari perangkat kampung tidak ada melakukan pemotongan atau pengutipan apapun terkait uang jadup yang sempat beredar di media sosial", ucap datok.
Namun Datok Penghulu juga tidak menepis bahwa untuk rasa kebersamaan yang telah dimusyawarahkan bersama masyarakat untuk menyisihkan sedikit uang dari penerima jadup masing-masing sebesar Rp.150.000 untuk diberikan kepada masyarakat yang tidak menerima bantuan jadup itu benar adanya.
"Benar, kami ada rencana bersama masyarakat yang menerima jadup untuk menyisihkan sedikit rezekinya kepada masyarakat yang tidak menerima jadup, namun hal ini tidak jadi kami laksanakan karna banyaknya perspektif liar diruang publik" ucap datok lagi.
Datok penghulu juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan banyak telpon dari berbagai pihak terkait rencana tersebut setelah salah satu akun media sosial sempat mengatakan bahwa telah terjadi pemotongan uang jadup di Kampung Suka Ramai II sebanyak satu setengah juta rupiah. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

