MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang –
Kabar menggembirakan datang bagi ribuan warga Aceh Tamiang yang terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memastikan penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) serta bantuan stimulan perbaikan rumah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI akan mulai disalurkan secara bertahap pada Juni hingga Juli 2026.
Berdasarkan data yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Tahap III dan IV, sebanyak 99.338 jiwa akan menerima bantuan jaminan hidup (jadup). Sementara itu, 39.264 kepala keluarga (KK) berhak mendapatkan bantuan stimulan ekonomi serta penggantian perabot rumah tangga yang rusak akibat bencana.
Total nilai bantuan sosial yang akan disalurkan melalui Kemensos RI mencapai Rp448,2 miliar. Penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 20 Juni hingga 11 Juli 2026.
Kepala Pos Indonesia Cabang Langsa, Inggrid Gita Yolanda, menegaskan pihaknya siap mendukung kelancaran penyaluran bantuan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat penerima manfaat.
"Kami siap memberikan pelayanan prima dalam penyaluran bantuan SK Tahap III dan IV, baik bantuan jaminan hidup (jadup), bantuan stimulan ekonomi maupun penggantian perabot rumah tangga," ujar Inggrid.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Bupati Aceh Tamiang tentang Penyaluran Bantuan Jatah Hidup (Jadup), Bantuan Stimulan Ekonomi, Penggantian Perabot dan Bantuan Stimulan Rumah Rusak bagi Warga Korban Bencana Hidrometeorologi, yang berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang, pada Jumat (19/6/2026).
Menurut Inggrid, peningkatan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama pihaknya. Pengalaman pada penyaluran bantuan tahap sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk memastikan proses distribusi kali ini berjalan lebih cepat, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menambah jumlah loket pelayanan di setiap kantor pos yang ditunjuk sebagai lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan penyandang disabilitas akan mendapat prioritas pelayanan.
"Dari pengalaman penyaluran tahap sebelumnya, tentu menjadi acuan bagi kami untuk meningkatkan pelayanan. Kami akan menambah loket dan mengutamakan penerima bantuan yang tergolong lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas. Ini menjadi fokus pelayanan kami," tegasnya.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan proses penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata dalam membantu pemulihan kehidupan dan perekonomian masyarakat yang terdampak. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

