BNPP RI Gelar Pelatihan Pembuatan Genteng Lumpur Sisa Banjir

MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang - 

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menggelar pelatihan pembuatan genteng bagi pengrajin batu bata di Pabrik Batu Bata Kampung Simpang Empat Kec. Karang Baru, pada Kamis, (18/06/2026).

Pelatihan yang dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, Drs. Syuibun Anwar dan Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, S.Sos.M.Sc ini sebagai langkah memanfaatkan material tanah liat pasca banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya mewakil Bupati, Plt. Sekda mengapresiasi pelatihan yang membantu proses percepatan pemulihan dan penguatan ekonomi berkelanjutan bagi warga yang terdampak bencana.

Banyaknya endapan material tanah liat yang melimpah sisa luapan banjir dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna tinggi dan tahan lama untuk rumah warga. 

“Manfaatkan pelatihan teknik pengolahan tanah liat ini agar genteng yang dihasilkan bernilai ekonomi dan memiliki kualitas yang kuat, presisi, dan tahan terhadap cuaca ekstrem,” ujar Plt. Sekda Syuibun. 

Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, Amrullah M. Ridha, S.Sos.M.Sc, yang juga pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Aceh Timur menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan material sisa banjir agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. 

“Kami sangat serius dalam membantu warga Aceh Tamiang. Kami berharap, pelatihan ini akan terus berlanjut dan menjadi bagian dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana,” ucap Amrullah. 

Selain mendukung kebutuhan pembangunan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Pelatihan ini diikuti 25 pengrajin dari 3 Kecamatan yang sebagian besar telah memiliki tungku batu bata dan mendatangkan narasumber langsung dari Koperasi Genteng Majalengka dengan harapan mampu mentransfer pengalaman dan pengetahuan praktis kepada peserta sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten telah mengirimkan 30 Kilogram lumpur untuk dilakukan uji sample sebagai bahan dasar pembuatan genteng. Hasilnya, lumpur endapan sisa banjir telah sesuai dengan standar pembuatan genteng. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR