MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang -
Masa pendaftaran calon ketua Partai Golkar yang dikemas dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) yang berakhir pendaftarannya sampai hari ini (21/08/2026) pukul 00.00 wib, menurut informasi yang didapat baru satu orang calon ketua yang mendaftar.
Menurut keterangan salah satu calon ketua yang diusung oleh beberapa Pengurus Kecamatan (PK) yaitu T. RUDI disebuah kafe pada selasa (18/08/2026) menyatakan "sebelumnya saya mohon maaf dan berterima kasih atas dukungan serta kesetiaan para PK semua, akan tetapi ada sesuatu hal yang mengharuskan kita untuk mundur selangkah demi kemajuan Partai Golkar Aceh Tamiang" ucap T. RUDI membuka pembicaraannya.
"beberapa waktu yang lalu saya dipanggil oleh DPD I terkait pencalonan diri saya sebagai calon ketua DPD II Aceh Tamiang, pada saat itu saya secara langsung diarahkan agar mundur dan mengambil posisi dengan jabatan sebagai sekretaris di DPD II, mengapa hal ini saya lakukan ? Sebab sebelumnya pada saat pemilihan ketua DPD I juga terjadi "tawar-menawar" dan kesepakatan antara calon ketua DPD I dengan para ketua DPD II untuk memilih Salim Fakhry sebagai ketua DPD I"
"DPD I mengilustrasikan bahwa fenomena salah satu kader Partai Golkar di Sumatera Utara pada Desember 2025 lalu yang menduduki jabatan Struktural dan juga sebagai anggota legislatif tetapi harus memilih diantara jabatan tersebut, sekarang anda (T.RUDI) berada diposisi sebagai anggota legislatif ini juga harus menjadi pertimbangan karna lawan calon ketua lainnya bukan dari anggota legislatif" jelas T. Rudi
Ucapan DPD I dengan mengilustrasikan berbagai fenomena dalam tubuh Partai Golkar adalah merupakan suatu bentuk intervensi terhadap T. RUDI agar tidak ikut dalam pencalonan ketua Partai Golkar DPD II Aceh Tamiang dan dikhawatirkan bila T. RUDI bersikeras untuk maju sebagai calon ketua DPD II maka akan banyak persoalan yang dihadapi kedepannya nanti terlebih dirinya dan beberapa orang lain yang saat ini sebagai anggota legislatif di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Bila Salim Fakhry terpilih sebagai ketua DPD I maka sebaliknya Salim Fakhry juga akan memastikan para ketua DPD II (incumbent) yang akan ikut maju sebagai calon ketua DPD II di daerahnya, Salim Fakhry akan memastikan para incumbent tersebut dapat menduduki jabatan ketua untuk periode mendatang" jelas T. RUDI.
Lanjut T. RUDI juga menambahkan bahwa demi kelancaran dan mengawal kepemimpinan ketua DPD II Aceh Tamiang (Adriadi) kedepannya T. RUDI juga diberikan kewenangan untuk menempatkan seseorang yang sejalan dengan dirinya.
"Saat itu saya juga diberikan kewenangan untuk menentukan atau memilih seseorang yang dapat bekerja sama dan sejalan dalam menjalankan roda Partai kedepannya nanti, setelah saya berpikir sejenak maka nama ROSMALINA saya usulkan sebagai bendahara Partai Golkar DPD II Aceh Tamiang dan diamini oleh DPD I" jelasnya lagi.
Setelah T. RUDI menyelesaikan kronologis kemunduran dirinya sebagai calon ketua DPD II, sontak para PK seperti hilang haluan, karna semangat hari ini yang tertanam kini tergerus dengan politik kejam, politik yang tidak demokrasi, politik yang tidak berkeadilan.
Mengaca dari hal ini, beberapa kader menyatakan "kalo hanya ingin mendapatkan jabatan penting, kenapa harus banyak kali cakap". (DJ)
Tags:
Berita/Politik

