MULTI INFORMASI

Luruskan Polemik SMPN 2 Kejuruan Muda, Plt Kepsek Suprianto : Penertiban Aset dan Disiplin Berdasarkan Aturan​

MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang — 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 2 Kejuruan Muda, Suprianto, S.Pd., Gr., memberikan klarifikasi atas dinamika internal yang beredar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebijakan penataan lingkungan sekolah serta penerapan disiplin kerja dilakukan demi kemajuan lembaga, bukan atas keputusan pribadi sepihak.
Terkait isu pengusiran seorang nenek—istri dari almarhum mantan penjaga sekolah—Suprianto meluruskan bahwa pihak sekolah sejak awal merencanakan relokasi ke area kavling rumah dinas. Langkah ini diambil untuk penataan aset dan pemanfaatan ruang sekolah secara optimal. Namun, pihak keluarga memutuskan mandiri untuk pindah ke Minuran dan memboyong material bangunan bekas.
"Persoalan ini bermula dari agenda penataan lingkungan sekolah yang sudah direncanakan sejak kepemimpinan terdalam. Keluarga kemudian memilih sendiri untuk membawa orang tua mereka pindah. Jadi tidak ada tindakan pengusiran," ujar Suprianto.
Selain penertiban aset, Suprianto juga membenarkan adanya penguatan disiplin, seperti kewajiban mengikuti upacara bendera hari Senin bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik). Meski sempat memicu dinamika internal di grup percakapan sekolah, kebijakan ini dinilai krusial untuk membangun keteladanan di lembaga pendidikan.
Mengenai kelulusan pegawai menjadi Guru P3K hingga isu dominasi hubungan kekeluargaan di kalangan staf, pihak sekolah menjelaskan bahwa seleksi P3K sepenuhnya merupakan sistem nasional di luar kewenangan kepala sekolah. Adanya ikatan kekeluargaan antar-staf juga tidak serta-merta menandakan praktik nepotisme tanpa adanya bukti pelanggaran aturan kepegawaian.
Suprianto berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan prinsip tabayyun dalam menyikapi dinamika yang ada. Sikap terbuka dan komunikasi yang sehat sangat diperlukan agar pelayanan pendidikan bagi para siswa tetap berjalan optimal.
"Sekolah adalah ruang pendidikan. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin melalui mekanisme kelembagaan, agar tidak mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan," pungkasnya. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
MULTI INFORMASI
SPONSOR