MULTI INFORMASI. ID - SORONG, Papua Barat Daya — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyerahkan secara simbolis bantuan Dana Hibah Otonomi Khusus (Otsus) Bangps Elkam kepada berbagai kelompok masyarakat dan kampung di wilayah Papua Barat Daya.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan usai pelaksanaan upacara bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Reklamasi Tembok, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (17/8/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pembangunan di tingkat kampung dan kelompok masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Nama Kelurahan, Kampung, Distrik, dan Kabupaten/Kota penerima manfaat
Kelurahan Klafma (Distrik Aimas, Kabupaten Sorong) – Menerima bantuan senilai Rp100.000.000,- melalui KBR Esa Wasarisin.
Kampung Wendi (Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan) – Menerima bantuan senilai Rp50.000.000,- melalui KUPS Bok Kampung Wendi.
Kampung Saporkren (Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat) – Menerima bantuan senilai Rp50.000.000,- melalui Bangps Elkan Sadar Wisata.
Kelurahan Klalubik Sorong (Kota Sorong) – Menerima bantuan senilai Rp100.000.000,- melalui KBR Esa Pniel.
Kampung Klamasen (Distrik Mariat, Kabupaten Sorong) – Menerima bantuan senilai Rp100.000.000,- melalui KBR Esa Elang.
Kampung Kuadas (Distrik Makbon, Kabupaten Sorong) – Menerima bantuan senilai Rp50.000.000,- melalui Maimpela Kampung Kuadas.
Program bantuan ini diinisiasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya melalui Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), serta Perhutanan Sosial melalui program Bangps Elkam.
Penyerahan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, bersama jajarannya berharap bantuan Dana Hibah Otsus tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima, khususnya dalam mendukung kegiatan pemberdayaan serta pembangunan di kampung-kampung.
Penyerahan bantuan pada momentum HUT RI ke-81 ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pemanfaatan dana Otsus bagi kepentingan masyarakat Papua Barat Daya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan bahwa program-program pemberdayaan masyarakat perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Papua Barat Daya.
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Perhutanan Sosial, Yulian Sagrim, S.Hut, MM, IPU menyampaikan bahwa penyerahan bantuan Dana Hibah Otonomi Khusus (Otsus) melalui program Bangps Elkam merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap masyarakat dan kampung, tersebar di lima kabupaten satu kota.
sekertaris kagama Papua Barat Daya Yulian mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok masyarakat penerima untuk mendukung kegiatan yang telah direncanakan serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan secara bertanggung jawab, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat maupun kampung penerima,” ujar Yulian kepada wartawan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta mengelola lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Ia bilang, program yang berkaitan dengan DAS, rehabilitasi hutan dan lahan serta perhutanan sosial harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Yulian berharap seluruh penerima bantuan dapat menjalankan program secara transparan dan bertanggung jawab serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah.
“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyerahan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan di masing-masing kampung,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya akan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian hutan, lingkungan dan daerah aliran sungai di wilayah Papua Barat Daya.
Perwakilan Kelompok Bang perhutanan sosial PS
kelompok BR Esa wasirisin, ornela Dimara, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta Dinas Kehutanan provinsi Papua Barat Daya melalui bidang Perhutanan Sosial yang telah memberikan bantuan Dana Hibah Otonomi Khusus (Otsus) melalui program Bangps Elkam.
Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang sedang mengembangkan kegiatan pemberdayaan dan usaha berbasis potensi lokal.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan jajaran, serta Dinas Kehutanan, khususnya bidang Perhutanan Sosial, yang telah memberikan bantuan kepada kelompok kami. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung kegiatan yang sedang kami jalankan,” ujar salah satu perwakilan kelompok penerima manfaat.
Selain menyampaikan terima kasih, kelompok penerima manfaat juga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk dukungan dana, tetapi juga terus melakukan pendampingan setelah program berjalan.
Mereka berharap adanya pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, pengelolaan dan pengembangan produk, hingga membantu kelompok dalam memperluas akses pemasaran.
Menurut mereka, pelatihan sangat dibutuhkan agar anggota kelompok memiliki keterampilan dalam mengelola bantuan dan menghasilkan produk yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap ada pendampingan lanjutan, bukan hanya sampai bantuan ini diserahkan. Kami membutuhkan pelatihan, pembinaan dalam pengelolaan produk, kemudian pendampingan untuk pemasaran agar hasil dari program ini bisa berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Bang PSEllAM juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama Dinas Kehutanan dapat membantu membuka akses pemasaran, baik di tingkat lokal maupun di luar Papua Barat Daya, sehingga produk yang dihasilkan masyarakat dapat dikenal lebih luas dan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok.
Para penerima manfaat berkomitmen untuk menggunakan bantuan tersebut secara bertanggung jawab dan mengembangkan program agar dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok serta masyarakat di sekitarnya.
Perwakilan kelompok Bang PS ElKAM
Perwakilan kelompok Bang PS ElKAM, Yermias Krimadi, dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Madu/Hok, Kampung Wendi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu serta Dinas Kehutanan, khususnya bidang Perhutanan Sosial, atas bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat melalui program tersebut.
Yermias menilai program Bang PS ElKAM merupakan program yang sangat bermanfaat dan strategis karena dapat mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki di tingkat kampung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Dinas Kehutanan, khususnya Perhutanan Sosial, yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada kelompok kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yermias.
Namun, ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan awal. Menurutnya, perlu ada perluasan bantuan, khususnya modal usaha, agar kelompok masyarakat dapat mengembangkan kegiatan secara berkelanjutan.
Yermias juga meminta agar setiap kelompok masyarakat yang terlibat dalam program tersebut mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh dukungan, mulai dari modal pendanaan hingga penyediaan bibit pohon dan bibit sayur-sayuran sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
“Jangan hanya bantuan sekali saja. Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat diperluas kepada kelompok-kelompok lainnya, termasuk dukungan bibit pohon dan sayur-sayuran. Dengan begitu, masyarakat bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.
Ia menilai penguatan ekonomi masyarakat sangat penting agar kelompok-kelompok lokal mampu berdiri secara mandiri dan menghasilkan produk yang dapat bersaing dengan masyarakat di daerah lain.
“Kita harus mulai mandiri dari lokal hingga nasional. Masyarakat Papua juga harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas sehingga bisa bersaing seperti orang lain di luar sana,” ujar Yermias.
Lebih lanjut, Yermias menegaskan bahwa bantuan pendanaan saja belum cukup untuk memastikan program berjalan secara maksimal. Karena itu, ia meminta adanya pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada kelompok penerima manfaat.
Menurutnya, pelatihan diperlukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha, mengembangkan produk, menjaga kualitas, hingga memperluas pemasaran.
“Bantuan pendanaan saja tidak cukup. Harus ada pelatihan dan pendampingan. Kami berharap pemerintah terus mendampingi kelompok-kelompok masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar berkembang dan memberikan hasil,” tegasnya.
Yermias berharap program Bang PS ElKAM dapat terus dilanjutkan dan diperkuat sehingga tidak hanya memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi mampu menciptakan kelompok masyarakat yang produktif, mandiri dan memiliki daya saing.
Ia juga berharap adanya sinergi berkelanjutan antara pemerintah provinsi, Dinas Kehutanan, kelompok masyarakat dan para pelaku usaha untuk membuka akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan masyarakat.
“Program ini sangat bermanfaat dan strategis. Karena itu, kami berharap pemerintah terus memperkuat program ini melalui pendanaan, pelatihan, pendampingan sampai pemasaran, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan dapat berdiri di atas kemampuan sendiri,” tutup Yermias.
Penulis Eskop Wisabla.

