MULTI INFORMASI

Tingkatkan Keselamatan BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan

MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang  -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Aula Setdakab Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu (23/09/2026), sebagai upaya meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca dan keselamatan saat melaut.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG yang diwakili oleh Riris Adryanto mengatakan SLCN yang dilaksanakan selama satu hari di Aula Setdakab yang diikuti oleh 102  peserta yang terdiri atas nelayan, penyuluh, BPBD, DAMKAR dan para stakeholder.

“Para nelayan akan dibekali pemahaman mengenai informasi tinggi gelombang, arus, angin, serta informasi lainnya yang dapat mendukung aktivitas mereka di laut,” ujar Riris.

Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi cuaca dan laut penting bagi nelayan dalam menentukan waktu serta rencana pelayaran. Dengan memahami informasi tersebut, nelayan diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi laut sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
"para nelayan tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkannya untuk meningkatkan keselamatan serta mendukung aktivitas penangkapan ikan,” katanya.

BMKG sendiri secara rutin menyediakan informasi cuaca maritim untuk berbagai wilayah perairan Indonesia. Informasi tersebut meliputi prakiraan kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, serta arus laut yang dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat sebelum melakukan aktivitas di laut.

Pemateri pada kegiatan ini disampaikan oleh dua orang nara sumber yang berasal dari BMKG Aceh yaitu Jamal, ZA, SP. M.Si dan Fitriana Nur, M.Si yang keduanya merupakan prakirawan BMKG Aceh.

Dalam pemaparan yang disampaikan pemateri, sejumlah alat pendeteksi cuaca dan fungsinya dijelaskan secara rinci juga cara mengakses kanal informasi bagi para peserta agar dapat memehami dan mengetahui deteksi dini cuaca.

Selain pemaparan materi, SLCN ini juga langsung bertinteraksi dengan peserta melalui sesi tanya jawab langsung agar para peserta dapat mengetahui lebih detail lagi terkait kondisi cuaca saat ini.

Menurut dia, melalui SLCN tersebut BMKG ingin berbagi pengetahuan mengenai informasi cuaca, meningkatkan diseminasi layanan meteorologi maritim, serta meningkatkan pemahaman nelayan dalam memanfaatkan informasi tersebut secara optimal untuk menunjang keberhasilan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

“Kita berharap apa yang didapatkan pada hari ini bisa diterapkan saat para nelayan melaut,” ujar dia.

Sementara itu Kepala Koordinator BMKG Aceh, Cucu Kusmayancu, S.Kom  mengatakan Aceh merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya kelautan yang berlimpah. Namun, perairan di daerah tersebut sering kali dihadapkan pada kondisi gelombang tinggi dan angin kencang.

"Nelayan dan pemangku kepentingan di bidang perikanan dapat memanfaatkan informasi yang kami sediakan untuk mengetahui kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, BMKG juga memiliki sistem informasi interaktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi kondisi cuaca dan kelautan secara lebih rinci. Melalui kegiatan SLCN, para nelayan diharapkan mampu memahami sekaligus menerjemahkan informasi tersebut dalam menentukan waktu dan kondisi yang tepat untuk melaut.

“Kita berharap nelayan tidak hanya mampu menangkap ikan, tetapi juga mampu membaca kondisi alam dan memahami kondisi cuaca, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum beraktivitas di laut sera potensi kecelakaan kerja dilaut dapat diminimalkan,” ucapnya. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
MULTI INFORMASI
SPONSOR