MULTIINFORMASI.ID || Sumatera Utara -
Yayasan Geutanyoe menggelar kegiatan evaluasi dan refleksi selama dua hari untuk melihat capaian program respon banjir dan tanah longsor di Aceh.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang berlangsung mulai tanggal 18 sampai 19 Juli 2026.
Direktur Yayasan Geutanyoe, Alfadil, menyampaikan bahwa evaluasi ini penting untuk mengukur sejauh mana program kemanusiaan yang sudah dijalankan berdampak langsung kepada masyarakat terdampak bencana.
“Selama dua hari ini kita melakukan evaluasi dan refleksi menyeluruh. Tujuannya untuk melihat capaian program respon banjir dan tanah longsor di Aceh,” ujar Alfadil.
Fokus Evaluasi : Dampak dan Pembelajaran
Dalam kegiatan tersebut, tim Yayasan Geutanyoe membahas sejumlah poin penting. Mulai dari efektivitas penyaluran bantuan, kecepatan respon di lapangan, koordinasi dengan pemerintah dan relawan, hingga tantangan yang dihadapi saat bencana terjadi.
Alfadil menambahkan, refleksi ini juga menjadi ruang untuk mendengarkan masukan dari para relawan dan mitra di daerah. Tujuannya agar program ke depan bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya melihat angka bantuan yang disalurkan, tapi juga bagaimana pemulihan masyarakat berjalan. Apa yang sudah baik akan kita pertahankan, dan apa yang kurang akan jadi bahan perbaikan” jelasnya.
Komitmen Ke Depan
Yayasan Geutanyoe berkomitmen untuk terus memperkuat sistem respon kebencanaan di Aceh. Mengingat Aceh merupakan wilayah yang rawan banjir dan longsor, terutama saat musim hujan.
Hasil dari evaluasi selama dua hari di Sibolangit ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi program dan strategi untuk penanganan bencana tahun 2026-2027.
“Kami berharap, dengan evaluasi ini, kerja-kerja kemanusiaan Yayasan Geutanyoe bisa semakin profesional, cepat, dan berpihak kepada masyarakat paling rentan” tutup Alfadil. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

