MULTIINFORMASI.ID || Aceh Timur -
Dalam era yang serba cepat dan sering kali individualistis, semangat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama menjadi semakin berharga. Merajut kemanusiaan melalui aksi nyata para Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Timur menjadi secercah harapan yang menginspirasi banyak pihak. Mereka adalah garda terdepan dalam setiap krisis, siap sedia mengulurkan tangan tanpa pamrih. Peran mereka tidak hanya sebatas membantu, tetapi juga menebarkan optimisme bahwa empati dan solidaritas masih hidup di tengah masyarakat.
Mayana Ulfa salah satu dari sekian banyak Pengurus PMI yang terus mengejar misi kemanusiaan tanpa mengenal lelah dan waktu. Baginya setetes darah itu sangat berarti dari segalanya demi kelangsungan hidup sesama manusia.
Kamis (04/06/2026) sekitar pukul 20.20 wib dirinya mendapat kabar bahwa ada seseorang yang butuh darah dengan golongan berjenis A+, maka secara spontan wanita muda asal Cot Keh, Peureulak Kota ini langsung membuka buku catatannya terkait nama para pendonor. Dengan tangan dingin nan tenang, Maya menghubungi kembali satu persatu para pendonor tersebut.
Alhamdulillah setelah berkomunikasi hampir satu jam dengan keadaan signal terbatas akhirnya pendonor bersedia dan akan segera melakukan transfusi darah.
Dalam dingin malam setelah hujan menguyur, Maya bersama rekannya memacu kendaraan agar sampai tepat waktu guna menghindari habisnya waktu operasional para pekerja di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS)
Setiba di UTDRS Maya bersama pendonor langsung melakukan pemeriksaan dan selanjutnya dilakukan transfusi darah.
Alhamdulillah tanpa hambatan apapun darah yang ditunggu oleh salah satu pasien pasca operasi caesar dapat terpenuhi.
Tepat pukul 22.54 wib kerja keras Maya dan pendonor dalam misi kemanusiaan usai sudah. Setelah berbincang sejenak, Maya bersama pendonor kembali menelusuri dinginnya malam kembali kerumah dan terus berdoa dalam hati semoga sepanjang hidupnya selalu dapat berguna untuk sesama.
Bagi Maya, dirinya tidak akan tenang bila mendengar ada masyarakat yang membutuhkan darah namun dara manis ini tidak dapat memenuhinya, sikap ini sudah tertanam pada Maya sejak dirinya aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang dilakoninya sekitar tahun 2018 yang lalu mulai dari Diklatsar dan bermacam Diklat lainnya hingga saat ini.
Dara Humble yang tidak lama lagi akan mengakhiri masa remajanya ini terus saja berdedikasi untuk kemanusiaan, baginya membantu itu bukan hanya pada benda atau luka fisik saja, banyak cara yang dapat dilakukan untuk, demi dan atas nama kemanusiaan selagi kita mau berbuat untuk merajut kemanusiaan.
Sikap Maya ini menegaskan bahwa merajut kemanusiaan bukanlah sekadar slogan, melainkan tindakan nyata yang terus hidup di hati para pengurus dan relawan . Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di garis depan, menumbuhkan harapan di saat-saat paling sulit. Dedikasi, keberanian, dan empati yang mereka tunjukkan menjadi teladan bagi kita semua untuk ikut berkontribusi, sekecil apa pun, demi kebaikan bersama. Tindakan mereka adalah bukti bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan positif. Melalui semangat ini, kita dapat membangun masyarakat yang lebih peduli, solid, dan tangguh dalam menghadapi tantangan apa pun di masa depan. (DJ)
Tags:
Berita/Pemkab

