Bupati Armia Temui Pendemo, "Sejak Awal Bencana Saya Tak Tinggalkan Tamiang"

MULTIINFORMASI.ID || Aceh Tamiang  -

Suasana di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang mendadak riuh, pada Kamis (12/02/2026). Ratusan massa yang semula datang dengan orasi membara, seketika luluh saat Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memilih keluar dari ruangannya dan berdiri langsung di tengah-tengah rakyat untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Bukan aksi protes biasa, kedatangan ratusan warga ini merupakan Aksi Damai "Rakyat Bersama Mu". Mereka hadir untuk memberikan dukungan moral kepada Bupati dalam menangani carut-marut pasca-banjir yang sempat melanda Bumi Muda Sedia.

Kritik Pedas untuk SKPK : "Bupati Kerja Keras, Anak Buah Loyo !"

Koordinator aksi, Ai Garang, dalam orasinya secara blak-blakan memuji kinerja Bupati namun menyemprot jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Menurutnya, niat tulus Bupati seringkali terhambat oleh birokrasi di bawahnya yang kurang kompeten.
 
"Luar biasa kerja Bupati selama ini, tapi sayang tidak didukung kemampuan para SKPK. Akibatnya banyak keluhan, termasuk soal data TMK (Tidak Memenuhi Kriteria). Pak Bupati, kalau ada kepala dinas yang nggak bisa kerja, ganti saja !" tegas Ai di hadapan massa.

Momen Emosional : Bupati Armia Mengaku Juga Korban Banjir 

Mendengar desakan tersebut, Bupati Armia Pahmi memberikan jawaban yang menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sedang duduk manis di balik meja, melainkan terus "bergerilya" hingga ke tingkat Pusat demi nasib warga.

 "Saya juga korban banjir. Saya tidak pernah meninggalkan warga Aceh Tamiang. Demi daerah kita, saya terus berjuang bertemu Menteri bahkan Presiden," ujar Armia dengan nada bicara yang tenang namun tegas.

Terkait isu panas mengenai TMK (Tidak Memenuhi Kriteria) dalam bantuan rumah yang sempat meresahkan warga, Bupati membawa kabar gembira. Ia mengaku telah memprotes keras hasil verifikasi BNPB yang tidak memuaskan masyarakat.

Poin-poin penting yang ditegaskan Bupati di depan massa. 

Status TMK dihapus dan akan dilakukan verifikasi ulang secara transparan melibatkan LSM dan tokoh masyarakat.

Bantuan kerusakan rumah dipastikan berupa uang tunai yang masuk ke rekening warga tanpa potongan sepeser pun.
Hampir 1.000 Hunian Sementara (Huntara) telah disiapkan, sementara bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan modal UMKM sedang dalam proses pencairan.

Di akhir pertemuannya dengan massa, Armia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait potongan bantuan atau ganti rugi material.

 "Bantu saya. Mari kita bersama-sama memperjuangkan kepentingan warga. Saya tidak mau rakyat saya menderita," tutupnya yang disambut tepuk tangan riuh dari para pendemo.

Aksi yang semula tegang berakhir damai, memperlihatkan kembalinya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang mau turun langsung ke lapangan. (DJ)
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR